Kriminal

Siswa STIP tewas dianiaya senior, Menhub: memalukan

2.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:02
12 JAN 2017
Dok. Taruna STIP. Foto: Antara
Editor
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyesalkan insiden tewasnya, Amirullah Adityas Putra (18), taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta karena dianiaya senior.

"Apa yang terjadi baru-baru ini di sebuah pendidikan vokasional adalah sesuatu yang memalukan, tidak patut, dan tidak beradab," kata Menhub Budi di depan ratusan taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jawa Tengah, seperti dilansir Antara, hari ini.

Amirullah diduga tewas Selasa 10 Januari malam akibat dianiaya seniornya di asrama STIP, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Amirullah sempat tak sadarkan diri seusai empat seniornya memukul dengan tangan kosong ke bagian dada, perut, dan ulu hati. Lantaran panik, keempat senior itu kemudian membawa Amir untuk mendapatkan penanganan medis sekitar Rabu dinihari 00.15 hingga 01.45 WIB, namun nyawa Amir tidak tertolong. 

Petugas medis dan sejumlah saksi pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cilincing, Jakarta Utara, beberapa jam kemudian.

Menhub menjelaskan, perilaku siswa di sekolah di bawah naungan Kementerian Perhubungan itu sangat merugikan dan mencemarkan nama baik, sehingga patut mendapat hukuman tegas. Taruna di sekolah vokasional, kata Menhub, seharusnya merupakan siswa yang beradab dan memiliki kepandaian yang baik bukan sebaliknya yang justru menjadi manusia yang merugikan.

"Mari kita tinggalkan cara-cara kekerasan dan sok senioritas, karena seharusnya lulusan sekolah ini bisa menjadi duta Indonesia di luar negeri," katanya.

Kementerian Perhubungan, kata Budi, akan terus melakukan pengawasan dan melakukan tindakan tegas terhadap siswa yang ketahuan melakukan kekerasan karena hal itu tidak boleh dilakukan di sekolah.

Menhub juga minta agar pengelola dan pengajar akademi agar bersama-sama ikut mengawasi dan menerapkan regulasi agar kejadian serupa tak terus berulang. "Atas kejadian tersebut tidak perlu sekolah ditutup, tapi yang perlu adalah mengawasi secara tegas dan menerapkan regulasi," kata Menhub.

Budi berharap sekolah yang berada di bawah kementeriannya lulusannya bisa menjadi manusia yang beradab dan berakal sehat, sehingga mampu berguna bagi nusa dan bangsa.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
Kriminal