Kriminal

Polisi bongkar prostitusi online di Medan

2.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:16
11 MAR 2017
Editor
Febrianto
Sumber
Rimanews

Rimanews - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara mengungkap dan menangkap pelaku jaringan perdagangan orang (human trafficking) dengan modus prostitusi online melalui media sosial.

Hal tersebut diungkapkan Wadir Krimsus Polda Sumut AKBP Maruli Siahaan saat menggelar press release di halaman Mapolda Sumatera Utara, hari ini.

Maruli mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal pada Kamis (9/3) dimana anggota Subdit II Ditreskrimsus Polda Sumut mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya praktik prostitusi online melalui media sosial facebook yang menawarkan perempuan bisa dipergunakan untuk pekerja seks komersil.

“Mendapat informasi tersebut, personel Subdit II Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan penyelidikan online terhadap akun facebook Nanda Aulia Lubis. Setelah melakukan penyelidikan, personel kemudian melakukan penyamaran dengan menyaru sebagai laki-laki hidung belang disalah satu hotel di Medan,” kata AKBP Maruli Siahaan, seperti dikutip dari Tribratanews, hari ini.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi pada pukul 20.00 WIB, polisi kemudian melakukan pengembangan dan ditemukan pelaku perdagangan orang berinisial ORK alias Nanda (21) yang merupakan pemilik akun facebook Nanda Aulia Lubis.

Selain Nanda, petugas juga menangkap NA alias Ipen (22) dan A alias Akbar (22) yang bertindak sebagai orang yang mencari dan menawarkan wanita tunasusila dengan tarif Rp3 juta per malam.  “Mucikari tersebut mendapat bagian Rp 500 ribu per orang,” tambahnya.

Selain ketiga pelaku, petugas turut mengamankan 5 perempuan PSK, dengan inisial DST (22), RS (22), AA (19), DA (18), L (20) serta barang bukti 3 unit ponsel, 4 kotak kondom merek Sutra, uang Rp 1 juta dan screenshot facebook pelaku.

“Para pelaku disangkakan melakukan tindak pidana dengan pasal yang dilanggar yaitu Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau pasal 30 Jo pasal 4 UU RI nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi, Pasal 2 ayat (1) UU nomor 21 tahun 2007 tentang Traffficking dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” tutur Maruli.

Terbaru
Kriminal