Kriminal

Polisi didesak tangkap anggota FPI penganiaya bocah kritik Rizieq

1.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:59
02 JUN 2017
Dok: capture video penganiayaan terhadap seorang pelajar SMP
Reporter
Dhuha Hardiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Koalisi Anti-Persekusi mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap laskar pembela FPI yang melakukan penganiayaan seorang bocah yang dianggap menghina pentolan ormas tersebut, Rizieq Syihab, yang kini terseret skandal chat mesum.

“Koalisi Anti-Persekusi mengapresiasi tindakan tegas kepolisian Polda Metro Jaya untuk menangkap 2 orang pelaku pemukulan ini, karena inilah yang diharapkan oleh warga yang mendamba keadilan. Namun, Koalisi Anti-Persekusi mendorong agar para pelaku dalam kasus-kasus persekusi lainnya juga perlu diperiksa karena telah melakukan tindakan persekusi yang melanggar hukum dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Damar Juniarto mewakili organisasi tersebut secara tertulis di Jakarta, Jumat (02/06/2017).

Sebelumnya, pada Sabtu (28/05/2017) malam, pelajar berusia 15 tahun berinisial PAM dianiaya setelah namanya beredar sebagai target sejak 26 Mei 2017 karena dianggap menghina Rizieq dalam skandal "Firza Hot". Sekitar 100 simpatisan FPI mendatangi rumahnya di daerah Cipinang Muara. Kemudian, Ketua RW 03 tempat keluarga PAM tinggal melakukan mediasi di kantor RW 03.

Saat proses mediasi ini, setidaknya ada dua orang yang melakukan pemukulan kepada wajah dan kepala PAM, juga menyentil telinga anak berkacamata tersebut. PAM dipaksa melakukan permintaan maaf secara tertulis dan bermaterai dan menyebarkannya di media sosial miliknya.

Proses penganiayaan ini direkam oleh simpatisan FPI dengan narasi yang diskriminatif. Aksi anarkis dan intimidatif  ini berlangsung hingga lewat tengah malam dan kemudian berangsur-angsur para pelaku persekusi ini membubarkan diri.

Menurut keterangan Koalisi anti-Persekusi, hidup PAM dan keluarganya kini tidak tenang usai video tersebut menyebar luas di media sosial.

Saat ini polisi telah menangkap dua orang berinisial UC dan M setelah laporan anggota keluarga PAM ke Polda Metro Jaya pada Kamis (1/07/2017).

Koalisi Anti-Persekusi meminta polisi tidak hanya berhenti pada penangkapan 2 orang tersebut, tetapi juga menangkap pelaku lainnya yang terlibat.

“Terlebih PAM adalah seorang anak yang dilindungi oleh UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Maka Penyidik wajib mengenakan para pelaku dengan Pasal-Pasal Tindak Pidana di UU Perlindungan Anak. Sekali lagi Koalisi mendorong polisi untuk bertindak proaktif, tidak perlu menunggu laporan/aduan karena sifat pidana dari persekusi ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Damar Juniarto dari organisasi tersebut.

 

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
Kriminal