Peristiwa

Lingkaran simpang susun Semanggi selesai 100 persen besok

7.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
07:41
24 APR 2017
Lingkaran simpang susun Semanggi, Foto: Dinas Bina Marga DKI
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Simpang susun Semanggi yang digadang dapat menuntaskan kemacetan di kawasan tersebut terus digenjot pembangunannya agar rampung tepat waktu di 17 Agustus 2017.  

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal mengatakan, secara keseluruhan simpang susun Semanggi sudah 74 persen rampung. Rencananya, Selasa besok malam akan dilakukan pengangkatan dan penyambungan box grider terakhir, sehingga lingkaran beton jalan akan tampak.

"Selasa tanggal 25 April 2017 mulai pukul 23.30 WIB, dilakukan pengangkatan segmen terakhir box girder. Sehingga pekerjaan krusial struktur atas kedua ramp Semanggi diselesaikan," ujar Yusmada lewat pesan elektroniknya, kemarin.

Berdasarkan foto dari atas udara, lengkungan flyover yang akan disambung berada tepat di atas Jalan Tol Dalam Kota. Menurut Yusmada, penyambungan akan menggunakan tiga box girder.

Setelah disambung, Yusmada menyebut proyek simpang susun Semanggi akan memasuki tahap penyelesaian pekerjaan di bagian on-off ramp, paravet, dan pelapisan hotmix.

"Selain itu akan mulai dipasangi lampu untuk pencahayaan dan pengembalian kondisi Taman Semanggi," ujar Yusmada.

Dua flyover yang melingkar di simpang susun Semanggi tersusun dari 333 segmental box girder yang telah dicetak (precast) untuk kemudian disusun. Proyek simpang susun Semanggi yang dimulai pada sekitar April 2016 dijadwalkan akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 17 Agustus 2017.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meyakini, rampungnya simpang susun Semanggi akan mengurangi kemacetan hingga 30 persen. Jalan layang berbentuk "kuping tambahan" ini menghubungkan dua jalur kendaraan, yakni dari arah Cawang menuju ke Bundaran Hotel Indonesia, dan dari arah Slipi menuju Blok M.

Pembiayaan proyek tersebut berasal dari kompensasi perusahaan atas pelampauan terhadap koefisien luas bangunan perusahaan Jepang, PT Mouri senilai Rp 360 miliar.

Terbaru
Peristiwa
Berita Terkait