Peristiwa

Djarot ingatkan kelaikan kendaraaan untuk arus mudik

5.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:29
14 JUN 2017
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengingatkan bahwa kelaikan kendaraan merupakan hal yang paling penting bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik ke kampung halaman. 

"Jadi yang paling kita perhatikan adalah, nomor satu itu, kelaikan dari kendaraan-kendaraan yang digunakan untuk mudik, terutama kendaraan umum. Itu harus betul-betul laik jalan, ini yang paling penting," kata Djarot kepada wartawan di kawasan Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (14/6/2017). 

Oleh sebab itu, menurutnya, Kementerian Perhubungan bersama-sama Dinas Perhubungan harus melakukan ramp check (Pemeriksaan Kelaikan Kendaraan). "Ya tentunya harus dilakukan Ramp Check ini untuk mengecek semua kendaraan yang nanti akan digunakan untuk arus mudik lebaran. Kendaraan yang laik mudik nantinya akan diberikan stiker dari Kementerian Perhubungan," sambungnya.

Untuk hasil ramp check, Djarot menilai hasilnya masih belum memuaskan. "Jadi hasil ramp check kemaren masih belum memuaskan. Masih 60 persen laik. 40 persen masih belom laik. Yang belom laik ini akan diperbaiki dan dicek sampai H-10. Nah ini besok harus betul-betul laik. Kalau memang enggak laik, langsung dicoret, dicabut tidak boleh jalan, dan tidak boleh berangkat. Termasuk juga dikasih peringatan kepada PO nya. Karena apa? Karena keselamatan penumpang salah satunya tergantung dari kelaikan kendaraan,' jelas Djarot.

Ia menambahkan, tidak hanya kendaraan saja yang penting, melainkan kesehatan dari sopir juga hal yang perlu diperhatikan. "Sopirnya ini harus dicek juga, makanya ada Dinas Kesehatan yang ikut terlibat untuk mengecek kesehatan dari para sopir. Dan untuk perjalanan jarak jauh, sopir itu harus ada penggantinya ya, minimal dua orang pengganti. Karena faktor kecelakaan disebabkan, satu karena kendaraan, dan yang kedua karena kesiapan sopirnya, baru selanjutnya faktor cuaca," imbuhnya.

Mantan wali kota Blitar ini menyampaikan bahwa yang perlu dicek juga adalah tentang keberadaan posko-posko arus mudik dan balik. "Di Jakarta ini disediakan 18 posko ya. Baik posko utama maupun posko pembantu. Nah Terminal Pulogebang ini adalah salah satu posko utama dari pelayanan arus balik," ujar Djarot.

Ia mengimbau kepada seluruh jajaran institusi yang terkait untuk siap siaga melayani warga yang akan menjalankan mudik maupun balik. "Mereka itu tidak pulang kampung ya, jadi mereka bertugas untuk melayani warga yang melakukan mudik, terutama dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pemadam Kebakaran,  Kepolisian, dan Kesehatan. Cuti bagi mereka itu sudah diatur, sehingga H-10 ditambah H+15 tetap mereka akan standby di posko-posko yang sudah ditentukan," kata Djarot. 

Djarot juga meminta kepada seluruh warga masyarakat yang akan melakukan arus mudik untuk juga mengecek kendaraan mereka baik roda dua maupun roda empat. "Termasuk juga fisik dan kesehatannya dicek. Karena diprediksikan tahun ini akan ada peningkatan arus mudik, yang sekarang ini jumlahnya sekitar hampir 9,5 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta baik roda empat maupun roda dua," tuturnya.

Peristiwa