Peristiwa

WNA asal Prancis tewas tenggelam saat snorkling di perairan Gili Meno

6.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
04:17
16 JUN 2017
Jenazah Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis bernama Le Mouton Charles Hendri Jacques. Foto: Tribratanews
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis bernama Le Mouton Charles Hendri Jacques Joseph tewas tenggelam saat asyik snorkling perairan Gili Meno, Lombok Utara, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Menurut keterangan dari pelapor sekaligus guide dan instruktur snorkling, pada pukul 10.00 Wita, korban bersama 21 WNA lainnya berangkat dari Gili Air menuju Perairan Gili Meno untuk kegiatan snorkling.

Setibanya di area spot snorkling, pelapor memberikan penjelasan dan pengarahan apabila alat yang digunakan bermasalah atau gangguan atau merasa lelah dan kurang fit agar memberikan tanda dengan mengangkat tangan untuk memberikan kode kepada instruktur. Selain itu pelapor juga menjelaskan bahwa setiap orang sebelum melakukan diving agar menggunakan jaket pelampung Ilife jacket)

Setelah menerima penjelasan dan pengarahan akhirnya ke 22 WNA tersebut turun dari boat yang digunakan dan langsung melakukan kegiatan snorkling selama 15 menit. Setelah waktu yang ditentukan selesai, kemudian WNA tersebut kembali naik ke atas kapal.

Kemudian pelapor menghitung kembali jumlah tamunya, ternyata setelah dihitung terdapat kekurangan 1 orang, pelapor lalu melakukan pencarian selama 2-3 menit di area spot snorkling namun tidak menemukan di sekitar area spot tersebut.

Akhirnya pelapor menemukan 1 orang WNA tersebut sudah mengambang dan tidak menggunakan life jacket yang berjarak 20 meter dari area spot snorkling tersebut.

Pelapor mencoba melakukan pertolongan pertama kepada korban, namun tidak bergerak dan sudah tidak bernafas. Kemudia pelapor bergegas membawa korban menuju Gili Air. Setibanya di Gili Air, korban dibawa pelapor ke Manta Dive untuk diberikan oksigen.

Selanjutnya korban dibawa ke klinik yang ada di Gili Air namun korban tidak juga sadarkan diri. Akhirnya pelapor membawa korban ke RSU Tanjung. Setibanya di Rumah Sakit Umum Tanjung korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Petugas serta penyidik dari polsek Pemenang bersama petugas medis dari RSU Tanjung berangkat menuju Rumah Sakit Bhayangkara Mataram guna penyelidikan lebih lanjut tentang penyebab kematian sebenarnya.

Setelah dilakukan serah terima jenazah dari penyidik Polsek Pemenang kepada petugas Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, sebelum disimpan di kamar jenazah petugas dari Rumah Sakit Bhayangkara memeriksa terlebih dahulu kondisi fisik korban kemudian disimpan di dalam kamar jenazah.

Rumah Sakit Bhayangkara bersama penyidik Polsek Pemenang menunggu kepastian dari keluarga maupun duta besar asal Prancis untuk dilakukan tindakan selanjutnya baru akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab utama kematian korban.

Dalam melakukan tindakan lanjutan tersebut rumah sakit Bhayangkara akan berkolaborasi dengan Biddokes, dan Forensik Unram. Demikian dilaporkan Tribratanews.

Peristiwa