Peristiwa

H+3 Lebaran, seratusan ribu kendaraan melintas di tol Cikampek

9.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:16
29 JUN 2017
Dok. Arus mudik di tol Cikampek.
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - PT Jasa Marga Jakarta-Cikampek Cabang Bekasi, Jawa Barat, mencatat 101.560 kendaraan melintas pada H+3 Lebaran, Rabu (28/06/2017) atau meningkat 39,03 persen dari hari biasa yang hanya 73 ribu kendaraan.

"Peningkatan itu akan terus mengalami peningkatan hingga H+7 Lebaran 1438 Hijriah," kata di Kabupaten Bekasi, Kamis.

Menurut AVP Corporate Communication Jasa Marga (Persero), Dwimawan Heru Santoso, Kamis, peningkatan sudah terjadi sejak Selasa atau H+2 dengan 88.017 kendaraan. Pada Kamis (29/6), atau H+4, diprediksi 108.811 kendaraan menuju Jakarta akan melewati gerbang tol Cikarang Utama.

Oleh karena itu, Jasa Marga melakukan berbagai antisipasi guna mencegah kemacetan, di antaranya membuka gardu tambahan dan pemberlakuan lawan arus (contra flow), dan pemberian rambu-rambu pada setiap titik kerawanan serta pengalihan arus.

Selain itu, Jasa Marga juga akan memberlakukan buka tutup pada tempat peristirahatan.

Pintu tol rawan macet

Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa mengatakan, pintu tol Gringsing, Brebes Timur dan Palimanan merupakan titik paling rawan terjadi kemacetan dalam arus balik Lebaran 1438 Hijriah.

"Titik krusial yang menjadi perhatian untuk diantisipasi adalah Grinsing, Brexit, Palimanan dan Dawuan," kata Irjen Royke dalam pesan singkat, Kamis.

Selain itu, gerbang tol Cikarang Utama dan sejumlah rest area di tol Cikampek juga menjadi perhatian oleh pihaknya karena merupakan titik yang akan mengalami kepadatan.

"Gerbang tol Cikarut serta rest area sepanjang tol Cikampek km 62, 52 dan 42," katanya.

Royke mengatakan, untuk membantu kelancaran arus lalu lintas di sejumlah pintu tol, pihaknya telah meminta petugas tol untuk bergerak membagikan kartu tol secara langsung kepada pengemudi jika terjadi antrean.

Sementara untuk mengantisipasi melonjaknya volume kendaraan arus balik, Royke mengimbau para pemudik agar tidak melakukan perjalanan untuk kembali ke kota asalnya pada saat puncak arus balik.

"Para pemudik agar dapat mengatur jadwal kembali tidak tertumpu dalam satu waktu menjelang libur bersama selesai mengingat tanggal 30 Juni telah beroperasinya kendaraan angkutan barang," katanya.

Waktu balik paling tepat

Menurut Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat, waktu balik paling tepat usai libur Lebaran supaya terhindar dari kemacetan adalah pada Rabu hingga Jumat.

"Kami memperkirakan puncak arus balik itu akan terjadi pada Sabtu hingga Minggu tanggal 1-2 Juli 2017 karenanya pemudik diimbau untuk pulang dari kampung halamannya lebih awal menuju daerahnya masing-masing untuk menghindari kepadatan puncak arus balik," kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik, Rabu.

Selain itu, kata Dedi, pemudik diminta pulang lebih awal karena berkaitan dengan mulai beroperasinya angkutan barang pada H+4 Idul Fitri 1438 H atau pada Jumat dan prediksi kepadatan aktivitas pariwisata di akhir pekan.

Ia memperkirakan, lalu lintas di jalan akan lebih lancar dibanding saat akhir pekan, mengingat belum banyak angkutan barang yang beroperasi dan saat itu belum memasuki akhir pekan yang biasanya disesaki kendaraan para wisatawan.

"Dan untuk mengantisipasi beroperasinya angkutan barang kembali, kami sudah siapkan kantung-kantung parkir yang siap dipakai parkir kendaraan angkutan barang, jika terjadi kepadatan di jalur," kata dia.

"Meskipun ada antisipasinya, kami tetap mengimbau supaya pemudik segera kembali ke daerahnya, jangan menunggu Sabtu dan Minggu, untuk menghindari mix traffic," lanjut dia.

Menurut dia, jika terjadi kepadatan lalu lintas maka kendaraan-kendaraan pengangkut barang akan diparkir dahulu di tempat-tampat yang sudah disediakan.

"Sehingga, kendaraan para pemudik diprioritaskan untuk melaju lebih dulu. Kendaraan pengangkut barang ini akan dilepas ke jalur kembali, setelah lalu lintasnya tidak terlalu padat," kata dia.

Ia menambahkan antisipasi kepadatan arus balik menuju barat akan dilakukan dengan membuka 10 gate tol tambahan di Tol Cikarang Utama, dari awalnya 21 menjadi 31 gerbang tol. 

"Pembukaan gerbang tol tambahan ini, ujar Dedi, untuk mengurai antrean kendaraan sebelum yang hendak keluar tol," kata dia.

Apabila antrean kendaraan masih panjang dan sangat darurat atau mendesak maka pihaknya sudah berkoordinasi dengan kementerian untum membebaskan transaksi tol sehingga kendaraan segera meluncur keluar tol. 

"Antrean ini bisa juga diurai dengan cara mengalihkan kendaraan ke Jalur Pantura lewat gerbang tol Subang, Kalijati, bahkan Palimanan," kata dia.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
Peristiwa