Peristiwa

Kondisi arus balik dari Jawa dan Sumatera hari ini

10.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:48
02 JUL 2017
Dok. Ribuan kendaraan memenuhi tol Jakarta-Cikampek.
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Pengguna tol mengeluhkan kemacetan yang seringkali terjadi menjelang tempat-tempat peristirahatan saat arus balik, terutama sejak masuk gerbang Palimanan hingga Cikarang Barat.

"Saya terjebak kemacetan di tol Cikopo-Palimanan. Sebelumnya juga terkena macet di Kendal dan tol fungsional di Batang," kata pemudik tujuan Bogor Hendrik Sumali (46) di tempat peristirahatan kilometer 62 tol Jakarta-Cikampek, Minggu (02/07/2017), dikutip dari Antaranews.

Hendrik mengatakan, dirinya telah lima kali berhenti di sejumlah titik, baik tempat peristirahatan di jalan tol maupun rumah makan di jalan non-tol.

"Fasilitas di jalan tol sudah bagus, hanya saja kemacetannya itu yang menghambat perjalanan kami dari Semarang," kata Hendrik yang mudik bersama istri dan tiga anaknya.

Pendapat senada juga disampaikan pemudik asal Malang Hendrianto (36) yang mengaku terjebak selama lebih dari lima jam di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

"Arus lalu-lintasnya tidak teratur sebelum datang petugas dari Jasa Marga dan kepolisian. Kalau ada jembatan penyeberangan jalan tol, banyak kendaraan yang tampak sengaja berhenti persis di bawahnya untuk beristirahat," ujar Hendrianto.

Hendrianto juga menyayangkan warga sekitar yang berjualan di jalan tol dan semakin menghambat perjalanan. 

"Mungkin mereka melihat ada peluang dan kebetulan pengguna jalan tol juga butuh makan karena lama harus menunggu ke tempat peristirahatan," kata Hendrianto.

Pengguna bus umum dari Klaten Hartono (50) mengaku mengalami hambatan yang sama pada ruas tol Cipali dan ruas tol fungsional.

"Kami dua kali berhenti untuk beristirahat sejak perjalanan dari Klaten. Pertama di sekitar Batang dan kedua di kilometer 62 ini," kata pemudik tujuan Tangerang itu.

Meskipun mengapresiasi fasilitas dan kebersihan tempat-tempat peristirahatan yang disinggahinya, Hartono menilai harga makanan oleh-oleh yang dijual di tempat peristirahatan lebih mahal dibanding di luar tol.

Sebelumnya, Direktorat Lalu-Lintas Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat mulai menutup ruas tol Cikopo menuju Palimanan untuk mengantisipasi kepadatan puncak arus balik pada Sabtu malam.

Penutupan ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) itu dimulai pada sejak kilometer 84 sampai kilometer 117 bahkan hingga kilometer 127.

"Selain jalur satu arah dari Cikopo, kami juga mengambil kebijakan lawan arus pada kilometer 64 tol Jakarta-Cikampek hingga kilometer 34," kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik.

Pelabuhan Bakauheni padat

Sementara itu, kendaraan pribadi tampak memadati Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, untuk menyeberangi Selat Sunda ke Pelabuhan Merak, Banten, pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Pelabuhan Bakauheni dipenuhi kendaraan roda empat dan roda dua mulai masuk area pelabuhan sejak Sabtu sekitar pukul 21.00 WIB hingga Minggu pukul 00.32 WIB.

Kepadatan tersebut terjadi dari Jalan Lintas Sumatera menuju Pelabuhan Bakauheni ke loket penjualan tiket kendaraan hingga masuk dermaga penyeberangan, namun arus lalu lintas berjalan lancar.

Sekretaris Jenderal Direktorat Perhubungan Darat (Hubdar) Kementerian Perhubungan Sugihardjo menyatakan puncak arus balik di Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak diprediksi terjadi Sabtu malam hingga Minggu.

"Sudah diperkirakan akan terjadi malam ini, dan sudah jauh hari kami mempersiapkannya," katanya.

Ia mengemukakan, kemacetan panjang kendaraan yang ingin memasuk kapal tidak mengakibatkan pengemudi harus menunggu waktu lama.

Kendaraan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk memasuki kapal penyeberangan setelah loket tiket masuk ditambah dari 14 loket saat normal menjadi 46 loket tiket penumpang Lebaran.

"Sebanyak 14 hingga 46 loket tiket khusus kendaraan sudah kami siapkan untuk mengantisipasi jika terjadi kepadatan pemudik," katanya.

Dia melanjutkan, antrian penumpang dipecah ke enam dermaga yang disiapkan, agar tidak terjadi penumpukan.

Ia mengimbau kepada pemudik yang hendak pulang agar berhati-hati dan waspada, mengingat dari data Ditjen Hubdar Kemenhub bahwa arus balik lebih banyak terjadi kecelakaan dibandingkan saat arus mudik. 

"Alasannya karena pemudik sudah lelah, kemudian buru-buru sampai ke rumah. Jadi, kami minta untuk selalu waspada," demikian Sugihardjo.

Terbaru
Peristiwa