Politik

Jokowi puji Megawati pejuang demokrasi

1.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:29
10 JAN 2017
Megawati bersama Presiden Jokowi. Foto: Antara
Editor
Dede Suryana
Sumber
Antara

Rimanews - Presiden Joko Widodo menyanjung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai pejuang demokrasi karena dianggap memegang teguh prinsip dan melawan jika ada yang pihak-pihak yang ingin merusak nilai-nilai demokrasi. 

"Ibu Megawati itu pejuang demokrasi. Artinya apa? Yang tidak demokratis, yang mengganggu pasti beliau lawan," kata Presiden usai menghadiri Hari Ulang Tahun PDI Perjuangan ke-44 di Jakarta Convention Center, Jakarta, hari ini.

PDI Perjuangan hari ini merayakan ulang tahun yang ke-40. Rangkaian acara peringatan HUT PDIP bertema 'PDIP Rumah Bangsa untuk Indonesia Raya' hari ini diisi dengan sejumlah kegiatan, di antaranya penyampaian pidato kenegaraan oleh Megawati Soeakarnoputri. Isi pidato Megawati, antara lain menginstruksikan seluruh kader partainya untuk berdiri di garda terdepan dalam menjaga Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, kebhinekaan, serta keutuhan NKRI. Selain menyampaikan pidato, Megawati juga akan menyerahkan bibit-bibit pohon kepada para kader partainya sebagai tanda dimulainya Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) yang dicanangkan PDIP.

Jokowi menjelaskan, salah satu contoh bahwa Megawati menjunjung tinggi Demokrasi adalah selalu melindungi Presiden yang telah terpilih secara demokratis.

"Begitu juga yang ingin mengganggu Presiden, karena Presiden yang sekarang terpilih konstitusional. Pasti beliau akan turun dan tadi sudah sampaikan," kata Jokowi.

Untuk bentuk nyatanya, Presiden menyerahkan kepada Megawati terkait bentuk dukungan yang akan diberikan. "Tanyakan ke Bu Mega," kata Presiden sambil tersenyum.

Megawati Soekarnoputri yang mendampingi Jokowi hanya tersenyum dan menolak memberikan pernyataan.

Dalam pidato politiknya, Megawati menegaskan dia konsisten mendukung pemerintahan, bahkan dia meminta Presiden dan Wakil Presiden Jusuf Kalla melaporkan kepadanya jika ada pihak-pihak yang mencoba mengganggu NKRI dan Pancasila, termasuk menggoyang pemerintahan.

Terbaru
Politik