Politik

PBNU minta tak ada paksaan pilih pemimpin

1.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
08:50
15 MAR 2017
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj bersama rombongan Anies-Sandi
Reporter
Imam Bashori
Sumber
Rimanews

Rimanews – Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengingatkan supaya tidak ada paksaan dalam memilih calon gubernur DKI Jakarta.

"Pilkada ibaratnya adalah bus, jadi mana yang akan dipilih. Jangan ada pemaksaan," ungkap Kyai Said, kemarin.

Said mengungkapkan hal tersebut ketika menerima Paslon Gubernur/Wakil Gubernur nomor urut 3 Anies-Sandi di Kantor PBNU Jl. Kramat Raya Senen Jakarta Pusat.

Anies-Sandi juga didampingi Ketum Partai Perindo Hary Tanoesudibyo itu pun disambut hangat Kyai Said beserta Pengurus Besar PBNU lainnya. Kyai Said berpesan agar Pilkada DKI Jakarta bisa berlangsung aman nyaman, tidak membedakan suku, agama.

Lebih lanjut, Kyai Said mengaku membebaskan kader NU untuk berlabuh di paslon mana pun di putaran kedua Pilkada DKI, asal atas nama personal tanpa atribut NU. PBNU secara organisasi tak boleh ikut berkampanye dan memberikan dukungan kepada paslon di Pilgub DKI Jakarta. 

"Kalau individunya PBNU mau kampanye untuk siapa saja boleh. Apalagi saya enggak kemana-mana, mendoakan," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Said membantah adanya pernyataan dukungan dari PBNU untuk pasangan Anies-Sandi terkait kunjungannya tersebut.

"PBNU enggak bisa dukung mendukung. NU itu bukan partai politik akan tetapi dengan silaturrahmi kita sudah ada silatul amal. Ada hubungan, menyamakan persepsi menyamakan visi misi yang pas untuk kepentingan semuanya," tandasnya.

Politik