Politik

Kepagian, deklarasi Ridwan Kamil akan bernasib sama dengan Dede Yusuf

3.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:37
20 MAR 2017
Dok: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil deklarasi bersama sebagai calon gubernur dengan Partai Nadem. Foto: Antara
Reporter
Febrianto
Sumber
Rimanews

Rimanews - Langkah Partai Nasdem yang mendaklarasikan Ridwan Kamil (RK) sebagai calon gubernur Jabar dinilai "kepagian" dan akan membuat partai politik lain tersandera serta berpikir dua kali.

"Situasi ini tentu akan menyandera RK dalam situasi politik yang tidak cukup nyaman," ujar pengamat politik dari Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran (Unpad), Muradi saat dimintai komentar mengenai peta politik di Jabar pasca deklarasi Ridwan Kamil sebagai Cagub, di kampus Unpad, Bandung, hari ini.

Pada Sabtu lalu, Partai Nasdem secara resmi menyatakan akan mengusung Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jabar. Dalam acara deklarasi di Bandung, dihadiri oleh Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Nasdem mempunyai lima kursi di DPR Jabar. Dengan didekalarasikannya Ridwan Kamil, Muradi melihat peta politik di Jabar akan berubah menjelang Pilgub 2018 mendatang. 

"Partai partai politik yang sejak awal menunggu waktu yang tepat kemudian melihat situasi tersebut bukan tidak mungkin akan membangun barisan yang lebih kokoh namun pragmatis, misalnya partai Golkar dan PDIP yang kecil kemungkinannya melakukan koalisi dengan PKS, maka hal tersebut dimungkinkan untuk mengusung calon yang dianggap bisa mematahkan posisi politik RK di Jabar untuk bisa memenangkan Pilgub Jabar 2018," jelasnya.

Hal ini juga akan berdampak pada hasil survei. Dimana potensi hasil survei juga akan mengubah hasil dari yang selama ini beredar di Jabar. Artinya jika sinisme menguat karena deklarasi yang terlalu dini untuk maju di Jabar, maka posisi RK berpotensi secara bertahap akan goyah juga dan tergeser dari puncak.

"Situasi ini jika tidak dikelola dengan baik, maka nasib RK akan sama dengan seperti Dede Yusuf pada Pilgub 2013, yang mana secara sistematis tergeser terjun bebas, dan kalah pada Pilgub 2013. Padahal Dede Yusuf sejak awal selalu memuncaki hasil survei," pungkasnya. 

Terbaru
25 Juli 2017 | 15:02
Impian Yusril untuk PBB di 2019
22 Juli 2017 | 06:01
Golkar panen tersangka korupsi
21 Juli 2017 | 07:31
DPR sahkan UU Pemilu
Politik