Politik

Status terdakwa buat Tim Ahok kerja keras

2.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:49
20 MAR 2017
Dok: Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menjalani persidangan perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Foto: Antara
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Tim pemenangan Ahok-Djarot harus berupaya ekstra keras untuk mendongkrak elektabilitas calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok agar dapat memenangkan Pilkada DKI putaran kedua.

Sebab, status terdakwa penista agama yang melekat pada Ahok telah menjadi masalah serius, bahkan diakui tim pemenangan menjadi penyebab melorotnya elektabilitas pasangan Ahok-Djarot. "Tentu selama ini kan Pak Ahok diterpa dengan berbagai isu, dan terkait dengan masalah hukum ini membuat Pak Ahok mengalami proses penurunan," ujar Sekertaris tim pemenangan, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, hari ini.

Setelah melalui drama panjang kasus penistaan agama, Ahok ditetapkan tersangka oleh Bareskrim, pada 16 November tahun lalu hingga akhirnya disidangkan menjadi terdakwa pada 13 Desember. Hingga saat ini Pengadilan Negeri Jakarta Utara rutin menggelar sidang kasus penistaan agama.

Dalam perkara ini Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Menurut Ace persoalan itu juga yang membuat salah satu lembaga survei merilis kategori anomali pada pemilih Ahok. Dimana warga yang menyatakan puas akan hasil kinerja Ahok selama menjabat gubernur memutuskan untuk tidak memilih Ahok.

"Karena itu kita coba semaksimal mungkin untuk menghadirkan saksi-saksi meringankan, baik saksi fakta maupun saksi ahli," terangnya.

Selain itu, Ace juga menyebutkan, bahwa kini tim pemenangan sedang membentuk tim khusus untuk menggalang kekuatan lain."Contoh setelah kita melakukan kajian entah itu melalui exitpol atau survei, ada kelompok masyarakat tertentu yang perlu kita galang," ungkapnya.

Dia juga mengaku berharap banyak kepada tim relawan Agus-Sylvi yang telah menyatakan untuk bergabung agar bekerja ektra di putaran kedua ini.

Terbaru
25 Juli 2017 | 15:02
Impian Yusril untuk PBB di 2019
22 Juli 2017 | 06:01
Golkar panen tersangka korupsi
21 Juli 2017 | 07:31
DPR sahkan UU Pemilu
Politik