Politik

Ahok santai tanggapi gerakan "Tamasya Al Maidah"

2.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:31
20 MAR 2017
Dok: Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama. Foto: Antara
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak terkejut mendengar adanya gerakan bertajuk "Tamasya Al Maidah", berbeda dengan wakilnya Djarot Saiful Hidayat yang sempat berang ketika mendapat kabar operasi tersebut.

"Enggak apa-apa itu," ujar Ahok saat ditemui di kawasan perkantoran Djan Faridz, Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini.

Tamasya Al Maidah sebelumnya ramai menjadi percakapan di media sosial dan aplikasi percakapan. Dengan poster, kelompok yang menyebut diri Gerakan Kemenangan Jakarta (Gema Jakarta) mengajak orang dari luar Jakarta berjaga di TPS saat pencoblosan. 

Yang ingin mendaftar diminta untuk mengunduh aplikasi pada ponsel pintar melalui Google Playstore. Pada hari-H mereka diwajibkan mengenakan "kemeja putih dan songkok hitam" bagi laki-laki, memakai "gamis dan jilbab warna gelap" bagi perempuan, dan menggunakan stiker bertuliskan tag-line aksi.

Ahok mengaku sepakat bila harus ada pengawasan ketat pada hari pemungutan suara di 19 April mendatang di TPS-TPS. Hanya saja, pengawasan ketat ini difokuskan untuk memantau langsung pemeriksaan form C6 atau undangan pemungutan suara pada warga ketika masuk ke dalam TPS.

"Ketika orang membawa C6 harus menunjukan KTP, dan saksi bukan cuma duduk-duduk, saksi berhak melihat KTP sebagai identitas dengan C6, sama atau tidak," terang Ahok.

Dia menyatakan enggan curiga menengai gerakan Tamsya Al Maidah. Menurutnya, akan percuma jika pada saat pemungutan suara form C6 yang dibawa warga tidak turut divalidasi dengan KTP melalui pengawasan yang ketat.

"Makanya harus dilihat apakah C6 yang dipakai itu dengan KTP sama atau enggak? Kalau enggak sama kita tangkap bersama," ungkap Ahok. 

Terbaru
25 Juli 2017 | 15:02
Impian Yusril untuk PBB di 2019
22 Juli 2017 | 06:01
Golkar panen tersangka korupsi
Politik