Politik

Steven berani hina gubernur NTB karena terlalu sering diistimewakan penguasa

18.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:20
17 APR 2017
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Wakil Ketua DPD RI 2014 - 2019, Farouk Muhammad mengutuk keras pelecehan rasial oleh Steven Hadisurya Sulistyo kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGB M. Zainul Majdi. Menurut Farouk, Steven berani bersikap arogan karena terlalu sering mendapatkan keistimewaan dari lingkaran penguasa.

"Secara pribadi saya menyesalkan dan mengutuk keras perilaku saudara Steven Hadisurya Sulistyo kepada TGB M. Zainul Majdi. TGB M. Zainul Majdi merupakan Gubernur kebangaan kami rakyat NTB. Peristiwa ini adalah cerminan dari sikap perilaku mereka yang sadar atau telah tidak memperoleh perlakuan istimewa dari awak-awak kekuasaan terutama dalam bidang Ekonomi bahkan merambat dalam praktek penegakan hukum (gakkum)," kata Farouk dalam keterangan tertulis yang diterima Rimanews.com hari ini.

Sebelumnya pada Minggu (9/4), telah terjadi kesalahpahaman antara Steven dengan Gubernur NTB beserta istri ketika sama-sama mengantre di depan tempat check-in Batik Air di Bandara Changi, Singapura. Steven kemudian melayangkan umpatan rasial, “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko”. Tiko adalah blending dari tikus kotor atau babi-anjing, dari bahasa Mandarin ti 'babi' dan ko 'anjing'. Usai kejadian, Steven menyatakan permintaan maaf secara tertulis.

Mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini juga meminta penegak hukum untuk bersikap aktif menanggapi peristiwa tersebut, karena pada dasarnya perilaku Steven masuk dalam kategori ujaran kebencian (hate speech) dan Jika tidak ditindaklanjuti maka akan menjadi preseden buruk dan bom waktu di kemudian hari. 

"Bisa kita bayangkan Gubernur TGB, M. Zainul Majdi yang santun dan kharismatik saja, Steven mengungkapkan kata-kata yang buruk, Bagaimana Jika itu terjadi pada warga pribumi biasa?" Sesalnya.

Senator asal Nusa Tenggara Barat itu juga mengajak segenap komponen masyarakat NTB untuk mendinginkan suasana dengan tidak menyikapi kasus tersebut secara reaktif apalagi melakukan perbuatan melanggar hukum terhadap saudara-saudara yang berbeda suku, ras dan agama di NTB. 

Dok: Permohonan maaf Steven Hadisurya Sulistyo

Politik