Politik

Pilgub Jatim, PKB deklarasikan Gus Ipul habis Lebaran

6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
06:17
14 JUN 2017
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB Marwan Jafar memastikan partai besutan Cak Imin itu akan mengusung  Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul sebagai Calon Gubernur Jawa Timur pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang.

Menurutnya deklarasi dukungan tersebut akan dilaksanakan usai lebaran Iedul Fitri tahun ini.

"Tidak lama lagi, Insya Allah akan di deklarasikan, Habis Lebaran ini," ujarnya di Graha Gus Dur Graha Gusdur DPP PKB, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Terkait calon pendamping Gus Ipul sendiri, Mantan Menteri Desa PDTT itu mengakui saat ini partainya masih melakukan komunikasi secara intens dengan partai-partai lain untuk melakukan koalisi dan tentunya dengan pertimbangan kecocokan dari Gus Ipul.

"Kita kembalikan (Pilihan) kepada Gus Ipul yang sudah kita usung secara resmi dan tentunya pertimbangan -pertimbangan dari DPW PKB Jawa Timur, memang ada banyak opsi, bisa dari PDIP bisa dari Gerindra, Demokrat atau siapa pun nanti bisa dari PAN, tapi itu belum final," jelasnya.

Menurutnya dalam menentukan pasangan Calon Gus Ipul, PKB akan menyesuaikan dengan gaya kepemimpinan dan kecocokan serta kenyamanan Gus Ipul sendiri. "Tentunya kesesuaian dengan pak Syaifullah Yusuf sendiri seperti apa," katanya.

Selain itu partainya juga mempertimbangkan hal-hal lain seperti elektabilitas calon pendamping dan lainnya.

PKB sendiri menurut Marwan sudah mengantongi calon pendamping yang masuk dalam kriteria tersebut, namun ia enggan untuk membeberkannya saat ini.

"(Calon pendamping) masih rahasia, Meskipun di internal kami sudah ada (namanya) tapi tentu saya tidak berani mendahului, nanti pada saatnya akan diumumkan," ujarnya.

Menanggapi adanya kabar tentang calon pendamping dalam Pilgub Jatim dari PDI-P, Marwan belum bisa memastikannya lantaran belum ada deklarasi.

"Bisa PDIP, tapi karena juga belum ada jalur melengkung yah kita belum tahu, (Politik) kan diwaktu last minute tiba-tiba (bisa) berubah kan kita belum tahu. Bisa juga dari Partai Golkar, Gerindra, PAN atau bisa Demokrat kami belum tahu," ujarnya.

Lantaran Gus Ipul merupakan tokoh yang berasal dari ormas Nahdlatul Ulama, ia pun menyarankan agar calon pendampingnya bukan dari kalangan NU agar dalam pembangunan Jawa Timur bisa berjalan dengan baik.

"Idealnya kan NU dan non-NU karena memimpin bangsa ini kan enggak bisa sendirian, Tapi saya tidak tahu nanti seperti apa. Tapi yang pasti sudah ada opsi a atau b, c kami sudah punya," ujarnya.

Politik