Politik

Ratusan warga nikmati sembako murah PKB

5.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:23
19 JUL 2017
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews – Ratusan warga kolong tol Penjaringan, Jakarta Utara, mendapat berkah berupa sembako murah dari Partai kebangkitan Bangsa (PKB) yang tengah merayakan hari jadi ke-19.

Ketua Panitia Pasar Murah, Joni mengatakan acara pasar murah dikawasan Penjaringan sangat bermanfaat untuk membantu masyarakat yang kurang mampu di daerah penjaringan.

“Acara ini selain silaturrahim, juga sebagai sarana membantu masyarakat di sini yang masih kurang mampu, tentu sangat berguna dan semoga berkah bagi masyarakat yang menerimanya," katanya di TrotoArt Penjaringan (TK Gelora Bangsa), Jalan Kampung Baru No. 29, Kelurahan Penjaringan, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (19/7/2017).

Joni yang juga pegiat seni “Trotoart Community” itu menambahkan bahwa sasaran penerima sembako pasar rakyat PKB itu yakni warga Kampung baru RW 15 penjaringan. 

Panitia sendiri telah menyiapkan 1000 Paket sembako dengan harga yang sangat terjangkau yakni Rp 30.000

"Ada 1000 paket, isinya 5kg beras, 2kg minyak goreng dan 2kg gula pasir. (Harga asli) dari DPP 90 ribu. (Kita) Jual ke masyarakat harganya Rp30 ribu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar mengatakan, pasar murah ini salah satunya bertujuan mengobarkan semangat ekonomi kerakyatan. Menurutnya, model perjuangan ekonomi kerakyatan itu berbagai macam, seperti pembentukan koperasi dan memperkuat usaha kecil Menengah (UKM).

"Kegiatan ini sekaligus silaturahmi PKB bersama masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Cak Imin juga mengingatkan kepada setiap kadernya yang duduk di legeslatif maupun eksekutif untuk memperjuangkan ekonomi kerakyatan khususnya supaya memperhatikan eksistensi pasar tradisional yang kian tergerus oleh pasar modern. 

"Pemerintah bersama lembaga legislatifnya bisa memberikan kebijakan di setiap daerah dengan melihat kepentingan ekonomi rakyat. Membatasi maraknya ritel modern dan memperbanyak kegiatan pasar murah seperti ini juga merupakan salah satu bentuk pemihakan akan ekonomi kerakyatan," ujar Cak Imin.

Lebih jauh, Cak Imin menilai tergerusnya eksistensi pasar tradisional saat ini lantaran maraknya pendirian pasar modern yang semakin tidak terkendali.

“Jika pasar modern tidak dimoratorium, dapat dipastikan akan semakin banyak pedagang tradisional yang gulung tikar yang berujung menambahnya angka penganggaran. Pasar modern kian hari tambah akut dan secara tidak langsung mendegradasikan para pedagang tradisional," tegasnya.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
25 Juli 2017 | 15:02
Impian Yusril untuk PBB di 2019
22 Juli 2017 | 06:01
Golkar panen tersangka korupsi
21 Juli 2017 | 07:31
DPR sahkan UU Pemilu
Politik