Politik

Tujuh fraksi DPR dukung pemerintah terkait RUU Pemilu

5.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:35
20 JUL 2017
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Sebanyak tujuh fraksi yang ada di DPR RI akan memilih opsi paket A terkait Rancangan Undang-Undang Pemilu (RUU Pemilu) yang akan divoting pada rapat paripurna DPR RI hari ini.

Dari pantauan Rimanews di ruang rapat paripurna DPR RI, ketujuh fraksi yang akan memilih opsi paket A, yang merupakan keingianan pemerintah adalah PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, PPP dan PAN.

Sedangkan Fraksi Gerindra, Demokrat dan PKS memilih opsi paket B.

Menurut Sekjen Partai Gerindra yang juga ketua Fraksi Gerindra.m, Ahmad Muzani, dipilihnya opsi paket B karena Gerindra ingin demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik dan itu sesuai dengan UUD 1945.

"Untuk itu kami Partai Gerakan Indonesia Raya bersama Prabowo Subianto mengusulkan Presidential Threshold 0% agar demokrasi Indonesia berjalan diarah yang benar sesuai konstitusi dan menghindari dari segala bentuk praktik politik transaksional yang akan merugikan bangsa Indonesia dan mencegah bangsa Indonesia yang mejurus pada praktik oligarki kekuasaan semata," kata Muzani di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (20/07/2017).

Sementara PPP dan PAN yang semula memilih opsi paket B berubah karena keinginan pemerintah.

"Untuk sementara mengikuti pemerintah, yakni opsi Paket A. Tapi itu sikap sementara PPP, tergantung dinamika forum nanti," kata anggota Pansus RUU Pemilu dari PPP Ahmad Baidowi.

Saat ini, ada 5 paket yang dipersiapkan Pansus RUU Pemilu untuk diputuskan dirapat paripurna. Pengambilan keputusan akan dilakukan secara voting karena musyawarah mufakat pada rapat pansus tidak tercapai.

Adapun 5 paket yang disiapkan adalah

Paket A
1. Presidential threshold: 20-25 persen
2. Parliamentary threshold: 4 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: sainte-lague murni

Paket B
1. Presidential threshold: 0 persen
2. Parliamentary threshold: 4 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: kuota hare

Paket C
1. Presidential threshold: 10-15 persen
2. Parliamentary threshold: 4 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: kuota hare

Paket D
1. Presidential threshold: 10-15 persen
2. Parliamentary threshold: 5 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-8
5. Metode konversi suara: sainte-lague murni

Paket E
1. Presidential threshold: 20-25 persen
2. Parliamentary threshold: 3,5 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: kuota hare

KATA KUNCI : , ,
Terbaru
25 Juli 2017 | 15:02
Impian Yusril untuk PBB di 2019
22 Juli 2017 | 06:01
Golkar panen tersangka korupsi
21 Juli 2017 | 07:31
DPR sahkan UU Pemilu
Politik