Politik

Nusron Wahid dinilai kandidat kuat pengganti Novanto untuk Ketum Golkar

18.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:38
20 JUL 2017
Nusron Wahid
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Politisi Partai Golkar, Zainuddin Amali memasukkan nama Nusron Wahid sebagai satu dari lima nama terkuat yang kemungkinan bakal menggantikan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

"Kalau ditanya pendapat pribadi, untuk calon ketua umum Golkar adalah Airlangga Hartanto, Idrus Marham, Agus Gumiwang, Aziz Syamsuddin dan Nusron Wahid," kata Zainuddin Amali di Gedung DPR RI, jakarta, Kamis (20/07/2017)

Namun, Ketua Komisi II DPR RI memastikan bahwa tidak akan ada Munaslub Partai Golkar.

"DPP Partai Golkar sudah ditegaskan bahwa tidak ada Munaslub," kata dia.

Desakan Novanto supaya mundur salah satunya datang dari politisi muda Golkar, Ahmad Doli Kurnia. Menurutnya, status tersangka Setya Novanto harus segera disikapi petinggi partai untuk membahas penggantinya dari posisi Ketua Umum Partai Golkar.

"Demi menjaga nama partai, Novanto harus mengundurkan diri dari ketua umum Golkar dan ketua DPR agar citra Golkar serta DPR tak terus merosot," kata politikus Golkar, Ahmad Doli Kurnia dalam pesan singkatnya, Selasa, (18/07/2017).

Dia menjelaskan Golkar akan menjalani beberapa agenda politik strategis ke depan. Selain Pilkada serentak 2018, persiapan Pileg dan Pilpres 2019 tak bisa ditunda. Pengurus Golkar mulai Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan Dewan Pakar harus segera rapat.

"Bagaimana mengambil sikap untuk mempersiapkan Munaslub," jelas Doli.

Sebagai kader, ia merasa sedih penetapan tersangka Novanto karena diduga perannya yang besar dalam proyek e-KTP. Namun, partai harus melihat ke depan. Hal ini mestinya harus disadari sejak nama Novanto berulang kali disebut dalam persidangan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Novanto bertahan

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham memastikan bahwa partainya akan terus mendukung Ketua DPR Setya Novanto meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi E-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setya juga tidak akan mundur dari Ketua Umum Golkar maupun Ketua DPR.

“Kami tetap berkeyakinan apapun posisi (status tersangka) Setya Novanto selaku Ketua Umum (Golkar) tidak mempengaruhi kinerja partai kita,” kata dia sesaat setelah rapat di rumah Setya Novanto pada Selasa, (18/07 2017).

Idrus mengatakan bahwa kekuatan partainya berdasarkan sistem bukan pada orang per orang. Dia yakin masalah ini akan menjadi pemicu untuk menunjukkan kinerja. Kata dia, dukungan terhadap Setya Novanto mengalir.

“Para kader dan pimpinan Golkar berkomitmen untuk mempertahankan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar maupun sebagai Ketua DPR,” katanya.

Terbaru
25 Juli 2017 | 15:02
Impian Yusril untuk PBB di 2019
22 Juli 2017 | 06:01
Golkar panen tersangka korupsi
21 Juli 2017 | 07:31
DPR sahkan UU Pemilu
Politik