Politik

Terhambat nyapres, alasan Yusril gugat UU Pemilu

8.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:06
24 JUL 2017
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pengajuan uji materi terhadap UU Pemilu yang baru disetujui DPR RI oleh Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra karena dirinya merasa terhambat untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2019 mendatang.

"Partai Bulan Bintang (PBB) mengajukan saya sebagai calon presiden. Proses pencalonan oleh PBB itu akan terhambat dengan adanya ketentuan presidential threshold 20-25 persen. Hambatan ini, bukan saja terhadap saya pribadi, tetapi kekungkinan besar akan dihadapi oleh semua bakal calon lain seperti Prabowo Subjanto yang akan dicalonkan Gerindra atau Agus Harimurti Yudhoyono yang potensial dicalonkan oleh Partai Demokrat," kata Yusril di Jakarta,, Senin (24/7/2017).

Ia menambahkan, adanya Presidential Threshold (PT) karena Jokowi ingin calon tunggal.

"Presidential threshold 20-25 persen seperti itu,  nampaknya didesain untuk hanya memunculkan calon tunggal, Joko Widido," kata Yusril.

Dengan demikian, Jokowi diperkirakan akan didukung oleh PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, Hanura dan PAN. Sementara dukungan terhadap Prabowo Subijanto yang didukung oleh Gerindra dan PKS kemungkinan besar tidak akan mencapai angka 20 persen. Begitu juga  Partai Demokrat sendirian juga akan sulit mendapatkan threshold 20 persen.

Angka 20 persen mungkin dapat dicapai apabila Demokrat, Gerindra dan PKS bergabung.

"Namun dari pengalaman selama ini hampir mustahil SBY  akan bergabung dengan Gerindra mendukung Prabowo Subijanto. Jadi presidential threshold 20 persen memang harus dilawan untuk menghindari munculnya calon tunggal Joko Widodo," sebutnya.

Oleh karena itu, ia akan mengajukan uji materi terhadap RUU Pemilu yang baru disetujui oleh DPR RI melalui rapat paripurna DPR RI tanggal 20 Juli lalu.

"Saya secepatnya akan lakukan uji materil ke MK. Namun saya harus menunggu disahkannya UU tersebut, dlm arti ditandatangani presiden, dinomori  dan dimuat dalam lembaran negara. Tanpa selesainya proses itu, pendaftaran pengujian UU blm bisa dilakukan. Kalau pengesahan RUU ini selesai pekan depan, maka pekan depan ini juga pendaftaran permohonannya saya lakukan," sebut Yusril.

Terbaru
25 Juli 2017 | 15:02
Impian Yusril untuk PBB di 2019
22 Juli 2017 | 06:01
Golkar panen tersangka korupsi
21 Juli 2017 | 07:31
DPR sahkan UU Pemilu
Politik