Politik

Impian Yusril untuk PBB di 2019

7.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:02
25 JUL 2017
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menegaskan partai yang dipimpinnya sudah pasti akan ikut Pemilu 2019. Yusril memastikan partai yang mengklaim diri sebagai penerus Masyumi itu akan menjadi kekuatan Islam moderat utama di jagat politik tanah air.

“Selama ini PBB selalu menempatkan diri sebagai kekuatan ummatan wasatan atau umat yang berada di tengah, bukan ekstrem kiri, bukan pula ekstrem kanan,” ujar Yusril di sela-sela seminar “Islam dan Demokrasi” yang diselenggarakan Universitas Islam Asy-Syafiiyah di Gedung Bank Bukopin, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Yusril mengatakan, PBB kini tengah melakukan konsolidasi internal memperkuat seluruh jajaran pengurus dan kader di seluruh tanah air. Sebagai partai moderat, PBB menerima Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara RI.

Menurut Yusril, PBB sangat menghargai dan menghormati kemajemukan masyarakat. PBB juga membela kelompok keagamaan manapun yang ditindas, lebih-lebih yang ditindas itu adalah Islam dan umatnya.

Menyikapi gerakan-gerakan yang kerap dituding sebagai gerakan radikal, Yusril mengatakan, negara harus bersikap persuasif sebelum mengambil langkah hukum membubarkan mereka. Radikalisme bukan hanya ada di dalam gerakan-gerakan Islam, tetapi bisa muncul pada kelompok keagamaan dan kelompok ideologis manapun juga.

"Bahkan radikalisme Pancasila pun bisa timbul juga. Jika mulai ekstrem menafsirkan Pancasila, memonopoli tafsirnya, dan menuduh-nuduh kelompok lain anti-Pancasila semaunya sendiri, pun bisa melahirkan kelompok Pancasila radikal dan ekstrem," tegas Yusril.

Yusril menambahkan, Islam tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Umat Islam, lanjutnya, memberikan kontribusi yang sangat besar dalam  melawan penjajah, membangun kesadaran kebangsaan dan perjuangan merebut kemerdekaan.

“Karena itu, PBB akan melawan habis-habisan jika ada kekuatan-kekuatan yang ingin menindas dan mengeliminir Islam di negara ini,” pungkas Yusril.

Partai Bulan Bintang didirikan pada 17 Juli 1998 dengan mengklaim sebagai penerus Masyumi yang pernah jaya pada masa Orde Lama, sebelum dibubarkan Orde Baru.

Partai Bulan Bintang telah ikut pemilu selama empat kali yaitu pada Pemilu tahun 1999, 2004, 2009 dan 2014. Pada Pemilu tahun 1999, Partai Bulan Bintang mempu meraih 2.050.000 suara atau sekitar 2% dan meraih 13 kursi DPR RI. Sementara pada Pemilu 2004 memenangkan suara sebesar 2.970.487 pemilih (2,62%) dan mendapatkan 11 kursi di DPR.

Dalam Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2009, partai ini hanya memeroleh suara sekitar 1,8 juta yang setara  dengan 1,7% yang berarti tidak mampu meraih perolehan suara melebihi parliamentary threshold 2,5% meskipun di beberapa daerah pemilihan beberapa calon anggota DPR RI yang diajukan memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai Anggota DPR RI. Dalam pemilu legislatif 2014, suara PBB juga tidak sampai 2 persen dan dinilai tidak lolos di DPR.

Pada Pemilu mendatang, partai berlambang bulan sabit ini akan mencoba kembali peruntungannya dengan mengandalkan pengalaman Yusril yang terpilih sebagai ketua umum pada 26 April 2015, Yusril Ihza Mahendra. Ia terpilih terpilih secara aklamasi setelah calon lainnya Rhoma Irama tidak datang ke arena muktamar pada pemilihan ketua umum.

Terbaru
25 Juli 2017 | 15:02
Impian Yusril untuk PBB di 2019
22 Juli 2017 | 06:01
Golkar panen tersangka korupsi
21 Juli 2017 | 07:31
DPR sahkan UU Pemilu
Politik