Raket

Penampilan pebulutangkis Indonesia di All England cukup baik

4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:30
10 MAR 2017
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Dinar Dyah Ayustine. Foto: PBSI
Reporter
Andika Pratama
Sumber
Antara

Rimanews - Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI Susy Susanti menilai penampilan pemain-pemain Indonesia yang berlaga di kejuaraan All England Open cukup baik meski banyak yang berguguran di putaran 16 besar.

"Sejauh ini pemain-pemain kita penampilannya cukup baik pada beberapa nomor bahkan ada peningkatan seperti di tunggal putri dengan performa pemain-pemain muda seperti Fitriani dan Dinar (Dinar Dyah Ayustine) walau harus berakhir di putaran 16 besar," kata Susy di Jakarta, Jumat (10/3/2017)

Pada nomor tunggal putri, Dinar Dyah Ayustine dipaksa menyerah oleh Pusarla Venkata Sindhu dari India di putaran 16 besar dalam pertarungan dua game berdurasi 30 menit dengan skor 12-21, 4-21. Sementara Fitriani gagal sejak putaran pertama setelah dikalahkan unggulan tiga asal Korea Sung Ji Hyun dengan skor 21-18, 21-12.

Sony Dwi Kuncoro yang merupakan satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia tersisa, harus tersingkir pada putaran 16 besar di tangan Chou Tien Chen asal Taiwan dalam pertarungan dua game langsung dengan skor 13-21, 11-21.

Sementara itu, ganda putri yang sempat memberi harapan dengan berhasil meloloskan dua wakilnya pada 16 besar, juga tergenti langkahnya pada babak yan sama setelah Greysia Polii/Rizki Amelia Pradipta dan Anggia Shitta Awanda/Apriani Rahayu harus menyerah kepada pasangan-pasangan Jepang.

Greysia/Rizki kalah dalam dua game langsung 22-24, 8-21 dari pasangan unggulan delapan Naoko Fukuman/Kurumi Yonao dalam permainan selama 41 menit. 

Sementara Anggia/Apriani kalah dari pasangan Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto dalam pertarungan melelahkan selama tiga game 21-14, 13-21 dan 11-21 berdurasi 62 menit.

Dengan hasil tersebut, Indonesia hanya menyisakan dua wakilnya di babak utama All England Open 2017, dalam dua nomor berbeda untuk melaju ke putaran delapan besar turnamen tertua di dunia tersebut melalui pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di ganda campuran dan duet Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di ganda putra.

Indonesia sebenarnya menargetkan bisa mencuri satu gelar pada dua nomor ganda, baik itu campuran maupun putra. Kendati masih ada harapan di dua nomor tersebut, Susy menegaskan atlet-atlet Indonesia tetap harus bekerja keras meningkatkan kualitas individunya untuk mengejar prestasi di gelaran-gelaran selanjutnya.

"Sekarang kita harus terus fokus kerja keras untuk meningkatkan performa dan power dari atlet-atlet kita semoga ke depannya lebih baik lagi di ajang berlevel setingkat All England," ujar Susy.

Setelah All England, PP PBSI akan menyasar prestasi lagi pada beberapa turnamen yaitu Kejuaraan Dunia di Skotlandia, Piala Sudirman serta kejuaraan Asia Junior dan kejuaraan dunia junior bagi pemain pratama.

"Kami dan seluruh masyarakat Indonesia juga saya kira, berharap pemain-pemain kita semakin banyak minimal bisa menembus delapan besar atau bahkan semifinal dan final di turnamen-turnamen ke depannya," tutur Susy. 

Terbaru
Raket