Sepakbola

PT LIB ubah regulasi, presiden Borneo FC: Ini seperti lelucon

8.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:18
30 JUN 2017
PSM Makassar v Borneo FC. Foto: PT LIB
Reporter
Andika Pratama
Sumber
Rimanews

Rimanews - PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 Indonesia mengubah regulasi terkait kewajiban memainkan pemain berusia di bawah 23. Peraturan ini berlaku hingga SEA Games XXIX-2017 Kuala Lumpur, Malaysia, rampung.

Pada musim ini,  18 klub kontestannya diwajibkan memainkan minimal 3 pemain berusia di bawah 23 sejak menit pertama dan dengan durasi main minimal 45 menit pada tiap laganya. 

Aturan itu sendiri tertuang di Regulasi Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 pasal 16 tentang pertandingan. Dalam ayat 6 dijelaskan klub wajib memainkan sekurang-kurangnya 3 pemain berusia di bawah 23 sejak laga dimulai (kick-off) dengan durasi bermain sekurang-kurangnya 45 menit dalam setiap pertandingan.

Dalam situs resmi PT LIB, melalui surat nomor 155/LIB/VI/2017 tertanggal 29 Juni 2017 yang ditujukan kepada manajemen klub peserta Go-Jek Traveloka Liga 1 2017, PT LIB selaku operator kompetisi menyampaikan jika regulasi terkait kewajiban memainkan pemain berusia 23 ditanguhkan sejak pekan 12 yang bergulir mulai 3 Juli 2017 hingga pekan 22 yang berakhir pada 31 Agustus 2017. Regulasi terkait kewajiban memainkan pemain berusia 23 bakal mulai berlaku pada 1 September 2017

Keputusan itu sendiri sesuai regulasi, didasarkan pada keputusan PSSI yang disampaikan kepada PT LIB melalui surat nomor 1601/UDN/916/VI-2017 tertanggal 28 Juni 2017. Dalam surat yang ditandatangani Plt Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono, PSSI juga memutuskan aturan yang berlaku sepanjang implementasi regulasi terkait kewajiban memainkan pemain berusia di bawah 23 ditangguhkan.

Kontestan Liga 1 2017 diizinkan memainkan semua pemain yang telah terdaftar dan mendapat pengesahan. Selain itu, penangguhan regulasi itu juga diikuti perubahan terkait jumlah maksimal pergantian pemain di tiap laga. Dari maksimal 5 pergantian pemain (2 pergantian pemain di antaranya adalah pemain berusia di bawah 23) menjadi maksimal 3 pergantian pemain. Jumlah pemain cadangan yang duduk di bench pun direduksi dari maksimal 9 pemain (2 pemain di antaranya berusia di bawah 23) menjadi 7 pemain.

Lebih jauh, PSSI sendiri tak serta merta mengambil keputusan untuk meminta PT LIB menangguhkan implementasi Regulasi Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 terkait kewajiban memainkan pemain berusia di bawah 23. Dalam suratnya, PSSI pun menjelaskan sederet pertimbangan yang menjadi dasar keputusan itu.

Pertama, tidak ada lagi proses seleksi pemain timnas U-22 Indonesia yang disiapkan tampil di SEA Games XXIX-2017 dan Kualifikasi AFC U-23 Championchip 2018 karena sudah didaftarkan ke AFC. Ke-2, menjunjung aspek fairness mengingat jumlah pemain yang diambil dari tiap klub untuk memperkuat timnas U-22 Indonesia tidak merata.

Dan, tak kalah penting, keputusan itu juga untuk menjaga kualitas serta popularitas Go-Jek Traveloka Liga 1 2017. Pasalnya, tak sebatas klub, Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 sebagai kasta tertinggi kompetisi sepakbola profesional di Tanah Air juga akan kehilangan pemain-pemain muda berusia di bawah 23 terbaik selama timnas U-22 Indonesia tampil di Grup H Kualifikasi dan SEA Games XXIX-2017.

Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin, angkat bicara terkait aturan baru tersebut. "Kami klub kecil, hanya bisa menerima, manut aja," jawabnya dikutip laman resmi klub.

Ia pun menilai ada sisi positif dan negatif akibat penangguhan regulasi tersebut. Salah satu sisi negatifnya yaitu membuat kans bermain pemain U-23 semakin berkurang. 

"Menurut saya ada plus minusnya karena. Plusnya untuk klub yang bermasalah dengan regulasi ya sangat membantu. Tapi untuk klub yang kiranya tidak bermasalah ya akan dirugikan. Terutama yang mengandalkan pemain muda," ucap orang nomor satu di Borneo FC. 

Di tengah waktunya mendampingi Borneo FC berlatih perdana pascalibur di Stadion Segiri, Samarinda, Kamis (29/6/2017) malam. Ia menilai regulasi soal pemain U-23 seperti lelucon. Pasalnya regulasi tersebut berubah di tengah jalan, padahal baru diterapkan saat Liga 1 2017 dimulai. 

"Menurut saya agak lucu peraturan bisa berubah ditengah jalan. Jadi terkesan masih plin-plan. Semoga diterapkannya aturan ini tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan klub tertentu sehingga aturan bisa dirubah," pungkasnya.

Terbaru
Sepakbola