Sepakbola

Lima pesepakbola Asia yang pensiun di usia muda

8.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:17
03 JUL 2017
Reporter
Andika Pratama
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pesepakboola memiliki masa-masa emas dalam kariernya. Namun, siapa sangka, lima pemain Asia ini memiluh untuk pensiun dari lapangan hijau pada usia yang sangat muda.

Berikut lima bintang Asia yang mundur dari ranah sepak bola internasional

1. Dong Fangzhou, Cina (pensiun usia 31 tahun)

Nama Dong Fangzhou sempat menjadi perbincangan setelah dirinya direkrut raksasa Premier League, Manchester United pada Januari 2004. Ia tidak langsung membela The Red Devils karena gagal mendapatkan izin kerja dari imigrasi Inggris.

Fangzhou dipinjamkan ke klub Belgia, Royal Antwerp. Ia tampil saat bermain selama dua tahun bersama Antwerp. Eks striker timnas China ini dipulangkan ke Old Trafford setelah mendapatkan izin kerja pada akhir tahun 2006.

Pemain kelahiran Dalian ini menjalani debut bersama MU pada Mei 2007 ketika Setan Merah bermain imbang 0-0 melawan Chelsea.

Karier Dong di MU bisa dibilang gagal. Ia hanya bermain sekali dan lebih banyak duduk di bangku cadangan. Pada Agustus 2008, Dong kembali ke Dalian Shide. Ia sempat berkelana ke Liga Polandia bersama Legia Warsaw, gabung Portimonense (Portugal) serta klub Armenia, Mika.

2. Nashat Akram, Irak (pensiun usia 30 tahun)

Nashat Akram merupakan salah satu gelandang utama timnas Irak. Ia membantu Lions of Mesopotamia menjuarai Piala Asia 2007 usai mengalahkan Arab Saudi dengan skor 1-0 di Gelora Bung Karno.

Pada tanggal 1 Agustus 2007, ia sempat mendapatkan kesempatan untuk berkarier di Premier League bersama Sunderland. Sayangnya, izin kerjanya ditolak karena peringkat FIFA Irak berada di luar peringkat 70 dunia saat itu. Ia pun kembali ke Al Ain. Selepas itu, ia menandatangani kontrak dengan Al-Gharafa dengan status bebas transfer.

Nashat sempat mendapatkan penghargaan sebagai Player of the Year awards bersama Al Shabab. Urung ke Inggris, pemain berusia 32 tahun itu bergabung dengan Al Gharafa di Qatar, sebelum akhirnya berseragam klub Belanda, FC Twente.

3. Jasem Al Huwaidi, Kuwait (pensiun usia 30/31)

Pada usia 19 tahun, Jasem Al Huwaidi mewakili Kuwait pada Olimpiade 1992 di Barcelona. Ini adalah turnamen besar pertamanya dalam karir internasional. Ia mencetak 11 gol dalam 11 berkarier bersama Kuwait.

Usai absen di AFC Cup 1992, Kuwait kembali pada edisi 1996 di UEA. Al Huwaidi mencetak tiga gol di babak penyisihan grup. Ia juga memborong dua gol Al-Azraq ke gawang Jepang di perempat final.

Sayangnya, Kuwait harus tersisih setelah dikalahkan United Arab Emirates di semifinal.

4. Mohammad Parvin, Republik Islam Iran (pensiun usia 27)

Mohammad Parvin merupakan anak dari legenda sepak bola Iran yakni Ali Parvin, yang sukses membawa negara lolos ke PIala Dunia 1978, dia juga merupakan pelatih kepala di Persepolis saat Parvin junior melakukan debutnya pada tahun 2005.

Usai ayahnya wafat, Parvin memilih gabung ke klub Divisi Tiga, Steel Azin. Tampil cemerlang bersama Steel Azin, gelandang berusia 29 tahun ini dipanggil ke timnas Iran pada 2008 untuk kejuaraan West Asian Football Federation Championship.

Setelah semusim di Steel Azin, ia bergabung dengan Saipa, tetapi kariernya kurang moncer dan dirinya memutuskan untuk berkelana ke Eropa bersama klub Slovakia, FC DAC 1904 Dunajská Streda. Hanya bermain 13 kali membuat Parvin memutuskan untuk menerima pinangan Persepolis, namun sekali lagi gagal memantapkan dirinya sebagai tim reguler pertama.

Ia pun memilih menerima tawaran kontrak dari Paykan dan Gahar Zagros sebelum mengakhiri karier sepakbolanya di usia 27 tahun.

5. Hidetoshi Nakata, Jepang (pensiun usia 29)

Nakata merupakan ikon sepak bola Asia, Pemain asal Jepang itu menorehkan sejarah untuk pertama kalunya pesepakbola asal Asia bermain di Liga Italia bersama Perugia. Setelah tampil mengesankan dalam satu setengah tahun bersama Perugia, Nakata direkrut AS Roma pada Januari 2000 dan membantu klub dari ibukota Italia tersebut memenangkan scudetto.

Langkah besar diambil Nakata saat menerima kontrak dari AC Parma pada tahun 2001. Selepas itu, ia membela panji-panji Bologna, Fiorentina dan Bolton Wanderers.

Usai pensiun, Nakata lebih memilih fokus pada fashion. Tetapi, Nakata akan selalu dianggap sebagai pelopor bagi pemain Asia.

Terbaru
Sepakbola